Sabtu, 23 Juli 2016

Sennou

Cuci Otak
Komposer: Neru
Ilustrasi: Tsutsumi Hideaki
Vocaloid: Kagamine Rin and Len
NND: Nico Nico Douga


ROMAJI

Hito ni umare  hito ni naru tame
Asu to iu na no  kaban seotte
Arifureta  mirai wo tsumeta
Haikyuu no retsu wa  daijuudai da


Tada nozomareru koto mo
Tada erabareru koto mo
Kono ude de wa  sasaekirezu
Inochi wa harisaketa


Shi ni tagaru douki wa douse nai keredo
Ikite miru douri mo nakute
Korekara mo sore wa kitto yuruganai
Naraba ima wo ikiteiru
Bokura nani ni sugareba ii

Hito ni umare  hito ni narezu ni
Retsu wa ima de wa  hakaba no you da
Nokosareta  mirai no fushuu mo
Sanbi wo kiwame  asugoto moyashita


Tada yurusareru koto ga
Mada shinjirarenakute
Waraimono ni  sareru nara to
Inochi ni kagi kaketa


Aisareru koto dake ga subete dato
Sono kyouben wo toru no nara
Sono kyoukasho dato ka zukan to yara wa
Kono mune ni pokkari aita
Ana wo dou toite irundesu ka

Hoho wo tsutatta  namida no ato wo
Oikakete  ikitsuita saki de

Suterareta mama  yasekoketeita
Yumetachi ga kogoeteita


Toki dake ga zankoku ni sugite yukedo
Kawaranai kyouri no shousou to
Kawarenai oitekebori no bokura wo
Kakotachi ga azawaratteiru

Mukidashi no kokoro wa kotoba to yobu
Amearare ni sarasarete
Iki mo taetae ni natta kono myaku wo
Douka sotto attamete kure
Sono ryoute de attamete kure

+++

TERJEMAH INDONESIA

Lahir sebagai manusia, agar bisa menjadi manusia
aku pun memikul beban bernama hari esok
Barisan dari pembagian masa depan
yang biasa terus memanjang


Berat dari harapan-harapan, dan juga
berat dari menjadi yang terpilih
tak bisa menahannya
Hidupku pun hancur lebur


Memang benar tak ada alasan untuk mati
Namun, hal yang sama bisa dikatakan untuk hidup
Tentu kedepannya hal itu takkan berubah
Jadi, bagaimana dengan kita yang hidup sekarang?
Apa yang akan mempertahankan kita di sini?

Lahir sebagai manusia, tidak bisa menjadi manusia
barisan yang dulu kusebutkan bagaikan kuburan sekarang
Bau dari masa depan yang membusuk pun
merusak dan membakar hari esok menjadi abu


Dimaafkan begitu saja seperti itu
Hal itu masih belum bisa kupercaya
Agar tidak ditertawakan oleh orang-orang
Kukunci hidupku erat-erat

“Dicintai itu adalah segalanya.”
Jika pelajaran itu bisa dipercayai
Benda yang disebut buku catatan itu
adalah benda yang merobek-robek dadaku
Bisakah kau jelaskan lubang yang dibuka olehnya?

Mengejar jejak dari air mata yang tersisa,

yang kutemukan di situ adalah
sesuatu yang ditinggalkan membusuk,
yaitu mimpi-mimpi yang membeku


Waktu hanya bisa terus berjalan dengan kejamnya
Rasa sakit yang ada di dada ini pun tak berubah
Kita yang tak bisa berubah pun ditinggalkan
Masa lalu pun meolok-olok kita

Kita sebut perasaan kita yang terbongkar “perkataan”
Menghadapi hujan es ini
Denyut nadiku yang melemah melambankan nafasku
Kumohon bagikanlah kehangatanmu
Bagikanlah kehangatan itu dengan tanganmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar